
Kuliner Korea Selatan dikenal berani rasa, kaya bumbu, dan penuh filosofi hidup. Di balik hidangan populer seperti kimchi dan sup pedas, tersimpan sejarah panjang yang dipengaruhi alam, kerajaan, hingga budaya fermentasi. Makanan di Korea Selatan bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tapi juga menjaga kesehatan dan kebersamaan.
Terbentuk dari Iklim Empat Musim
Korea Selatan memiliki empat musim yang jelas. Musim dingin yang panjang membuat masyarakat kuno harus mengawetkan makanan agar bertahan hidup. Dari kebutuhan inilah lahir teknik fermentasi seperti kimchi, doenjang (pasta kedelai), dan gochujang (pasta cabai).
Kimchi

Kimchi sudah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu, awalnya tanpa cabai. Cabai baru masuk ke Korea sekitar abad ke-16 melalui jalur perdagangan. Sejak itu, kimchi berkembang menjadi ratusan varian dan menjadi ikon nasional yang selalu hadir di setiap meja makan.
Fermentasi
Berbeda dengan banyak masakan lain, kuliner Korea menekankan makanan fermentasi alami. Proses ini bukan hanya untuk rasa, tapi juga untuk meningkatkan nutrisi dan daya simpan. Makanan fermentasi dipercaya menjaga pencernaan dan daya tahan tubuh.
Pengaruh Istana Kerajaan
Pada masa Dinasti Joseon, kuliner istana berkembang sangat mewah dan teratur. Makanan kerajaan disajikan dengan jumlah lauk tertentu, keseimbangan warna, dan komposisi gizi. Banyak masakan rakyat saat ini terinspirasi dari hidangan istana, meski dibuat lebih sederhana.
Banchan, Budaya Berbagi Lauk
Dalam satu hidangan Korea, selalu ada banchan (lauk kecil). Banchan melambangkan kebersamaan dan keseimbangan rasa. Menariknya, lauk-lauk ini biasanya bisa diisi ulang secara gratis di restoran, mencerminkan budaya berbagi dan keramahan.
Makanan sebagai Sarana Kebersamaan

Di Korea Selatan, makan sering dilakukan bersama. Hidangan seperti hot pot, BBQ, dan sup besar dirancang untuk dimakan rame-rame. Budaya ini memperkuat hubungan keluarga, teman, dan rekan kerja.
Makanan dan Obat Menyatu
Dalam budaya Korea, ada konsep food is medicine. Banyak hidangan dibuat dengan keyakinan bahwa makanan bisa menyembuhkan dan menyeimbangkan tubuh. Sup tertentu dikonsumsi saat musim dingin, sementara makanan ringan dan segar disukai saat musim panas.
BACA JUGA: Sejarah Unik Mengenai Makanan Jepang
Sejarah makanan Korea Selatan adalah perpaduan alam, sejarah kerajaan, dan tradisi fermentasi. Dari dapur sederhana hingga restoran modern, kuliner Korea tetap mempertahankan identitasnya: kuat rasa, sehat, dan sarat makna kebersamaan.