Kuliner Chinese food sudah menjadi bagian penting dari perjalanan rasa di Indonesia. Beberapa tempat makan bahkan mampu bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan ciri khasnya. Bukan cuma soal nostalgia, tapi juga konsistensi rasa, teknik memasak, dan kepercayaan pelanggan lintas generasi. Berikut tiga tempat makan Chinese food legendaris yang masih eksis hingga sekarang dan tetap jadi favorit banyak orang.

Kwetiau Sapi Mangga Besar 78

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/08/49/93/e0/rumah-makan-kwetiau-sapi.jpg?h=-1&s=1&w=900

Kalau bicara kwetiau legendaris Jakarta, nama ini hampir selalu disebut. Berdiri sejak puluhan tahun lalu di kawasan Mangga Besar, tempat ini terkenal dengan kwetiau sapi gorengnya yang dimasak menggunakan api besar. Teknik wok hei yang kuat membuat aroma asapnya khas dan menggugah selera.

Irisan daging sapinya empuk, bumbunya meresap, dan tekstur kwetiaunya tidak lembek. Menariknya, rasa dari dulu hingga sekarang nyaris tidak berubah. Porsinya cukup mengenyangkan dan cocok dinikmati kapan saja, baik siang maupun malam. Tak heran jika antrean selalu ada, terutama saat jam makan malam.

Bakmi Gang Kelinci

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/0f/b4/d2/bb/tidak-terlalu-menarik.jpg?h=500&s=1&w=900

Bakmi Gang Kelinci dikenal sebagai salah satu pelopor bakmi Chinese food di Jakarta. Berdiri sejak era 1950-an, tempat ini mempertahankan gaya bakmi klasik dengan mie buatan sendiri. Tekstur mie kenyal dengan rasa gurih alami menjadi daya tarik utama.

Menu andalannya adalah bakmi ayam dan bakmi babi dengan topping sederhana namun kaya rasa. Kuah kaldunya ringan tapi beraroma, cocok dipadukan dengan sambal khas mereka. Suasananya memang sederhana, namun justru di situlah letak keasliannya. Banyak pelanggan lama yang kini datang bersama anak dan cucu mereka.

RM Pondok Laguna

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/09/9f/cf/a9/151128.jpg?h=-1&s=1&w=900

RM Pondok Laguna sering disebut sebagai ikon Chinese-Indonesian food di Jakarta. Meski tampilannya seperti restoran keluarga biasa, kualitas masakan di sini tidak main-main. Menu seperti cap cay, fuyunghai, hingga bistik babi disajikan dengan rasa yang konsisten sejak dulu.

Yang membuat Pondok Laguna spesial adalah cita rasa peranakan yang seimbang—tidak terlalu berat, namun tetap kaya rempah. Tempat ini juga sering jadi pilihan makan keluarga besar karena porsinya pas untuk sharing. Sampai sekarang, Pondok Laguna tetap ramai, membuktikan bahwa kualitas memang tak lekang oleh waktu.

BACA JUGA: 5 Street Food Korea Selatan di Indonesia yang Selalu Jadi Incaran Pecinta Pedas

Ketiga tempat makan ini membuktikan bahwa Chinese food legendaris bukan hanya soal usia, tetapi juga komitmen menjaga rasa dan kualitas. Di tengah banyaknya restoran baru bermunculan, mereka tetap berdiri kokoh dan relevan. Jika kamu ingin mencicipi Chinese food dengan cita rasa autentik dan penuh cerita, ketiga tempat ini layak masuk daftar kunjunganmu.