Street food di Korea Selatan bukan sekadar soal makanan cepat saji, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup dan budaya nongkrong. Dari pagi sampai larut malam, kawasan street food selalu dipenuhi aroma menggoda, antrean panjang, dan suasana yang hidup. Berikut 3 district street food Korea Selatan yang paling terkenal dan hampir selalu ramai pengunjung baik warga lokal maupun wisatawan.

Myeongdong

https://cf.creatrip.com/original/blog/2568/%E6%98%8E%E6%B4%9E%E5%BF%85%E5%90%83%E7%BE%8E%E9%A3%9F1.jpg?d=1300x700&f=webp&q=75

Myeongdong dikenal sebagai pusat belanja, tapi justru street food-nya yang bikin orang betah berlama-lama. Saat sore menjelang malam, kios-kios mulai berjejer rapi dengan menu yang variatif. Mulai dari tteokbokki pedas, odeng hangat, egg bread, sampai lobster bakar keju yang viral.

Keunggulan Myeongdong ada pada inovasi menu. Banyak jajanan tradisional dikreasikan dengan gaya modern, cocok untuk yang suka eksplor rasa baru. Meski harganya sedikit lebih mahal dibanding area lain, kualitas dan pengalaman makannya sepadan. Tak heran, kawasan ini hampir tak pernah sepi, terutama di akhir pekan.

Hongdae

https://staykorea.org/wp-content/uploads/2024/11/1-1024x683.jpg

Hongdae identik dengan anak muda, musik jalanan, dan suasana bebas. Street food di sini punya karakter unik: lebih berani, kreatif, dan kekinian. Kamu bisa menemukan corn dog mozzarella super panjang, fried chicken cup, hingga tteokbokki versi fusion dengan topping tak biasa.

Selain makanannya, vibe Hongdae jadi daya tarik utama. Banyak pengunjung makan sambil menonton busking atau nongkrong bareng teman. Harga relatif ramah kantong, porsinya pas, dan suasananya santai. Cocok untuk yang ingin merasakan street food Korea sambil menikmati denyut kehidupan malam anak muda Seoul.

Gwangjang Market

https://www.thelostpassport.com/wp-content/uploads/2023/10/Gwangjang-Market-Street-Food.jpg

Kalau ingin mencicipi street food autentik Korea, Gwangjang Market adalah jawabannya. Pasar tradisional ini terkenal dengan bindaetteok (pancake kacang hijau), mayak gimbap, dan tteokbokki klasik yang resepnya turun-temurun.

Berbeda dengan district lain, suasana di sini lebih lokal dan apa adanya. Kamu bisa duduk di bangku panjang, makan berdampingan dengan warga setempat, dan merasakan langsung budaya kuliner Korea. Harganya terjangkau, porsinya mengenyangkan, dan rasanya konsisten. Tak heran, Gwangjang Market selalu ramai sejak pagi hingga malam.

BACA JUGA: 3 Tempat Street Food Paling Populer di Taiwan yang Wajib Dicoba

Tiga District Street Food Korea Selatan di atas punya ciri khas masing-masing. Myeongdong unggul di variasi dan tampilan modern, Hongdae menawarkan kreativitas anak muda, sementara Gwangjang Market menyajikan rasa tradisional yang otentik. Kalau berkunjung ke Korea Selatan, menyusuri street food di ketiga kawasan ini adalah cara paling seru untuk mengenal budaya lokal lewat rasa.