
Dalam sejarah kuliner Tiongkok, daging angsa dan bebek menempati posisi yang cukup istimewa. Jika ayam dikenal sebagai bahan sehari-hari, maka angsa dan bebek sering dianggap unggul dalam rasa dan prestise, terutama untuk hidangan jamuan, perayaan keluarga, dan sajian khas daerah. Ragam kuliner Tiongkok unggas ini telah dikonsumsi selama ratusan tahun dan berkembang menjadi ikon kuliner di berbagai wilayah Tiongkok.
Selain faktor rasa, angsa dan bebek juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kemakmuran, kebersamaan, dan keberuntungan.

Bebek: Ikon Kuliner Tiongkok
Bebek adalah unggas paling terkenal dalam kuliner Tiongkok. Dagingnya yang lembut dengan lapisan lemak alami membuatnya cocok untuk berbagai teknik memasak. Salah satu olahan bebek paling ikonik adalah bebek panggang, yang terkenal dengan kulit renyah dan daging juicy di dalamnya.
Selain dipanggang, bebek juga sering diolah dengan cara:
- direbus perlahan dengan kecap dan rempah ringan,
- digoreng kering dengan bumbu aromatik,
- atau dikukus untuk mempertahankan kelembutan daging.
Di banyak daerah, bebek menjadi menu wajib dalam acara besar karena rasanya yang kaya dan tampilannya yang menggugah selera.
Angsa: Berkelas
Berbeda dengan bebek, daging angsa memiliki tekstur lebih padat dan rasa yang lebih kuat. Karena itu, angsa sering dianggap sebagai bahan kuliner premium. Di wilayah selatan Tiongkok, terutama daerah Kanton, angsa panggang sangat populer dan sering disajikan di restoran khusus unggas panggang.
Lemak angsa yang khas justru menjadi keunggulan. Saat dipanggang atau direbus lama, lemak ini meleleh dan meresap ke daging, menghasilkan rasa gurih yang dalam. Tidak heran jika hidangan angsa sering diasosiasikan dengan jamuan resmi dan perayaan penting.
BACA JUGA: Kuliner Mongolia Berbasis Daging Yak
Ragam kuliner Tiongkok berbasis daging angsa dan bebek mencerminkan kekayaan teknik memasak dan filosofi rasa yang seimbang. Dari hidangan sederhana hingga sajian istana, kedua unggas ini menghadirkan cita rasa gurih, tekstur khas, dan nilai budaya yang kuat. Angsa dan bebek bukan sekadar bahan makanan, melainkan simbol keahlian kuliner Tiongkok yang terus hidup hingga kini.



















