https://assets.bolong.id/article/1676425864155-thumbnail-16764258641.png

Makanan Tiongkok bukan sekadar soal rasa lezat, tapi juga menyimpan sejarah panjang, filosofi hidup, dan simbol budaya yang sudah berkembang selama ribuan tahun. Setiap hidangan punya cerita dari dapur rakyat jelata sampai jamuan kaisar. Inilah beberapa sejarah unik yang bikin kuliner Tiongkok begitu istimewa.

Berakar Lebih dari 5.000 Tahun

https://statik.tempo.co/data/2024/07/17/id_1319748/1319748_720.jpg

Sejarah kuliner Tiongkok sudah ada sejak peradaban Sungai Kuning. Pada masa awal, makanan dibuat sederhana: biji-bijian, sayuran liar, dan daging hasil berburu. Seiring berkembangnya pertanian, muncul teknik memasak seperti mengukus, merebus, dan menumis yang masih digunakan hingga sekarang.

Filosofi Yin dan Yang dalam Makanan

Kuliner Tiongkok sangat dipengaruhi filosofi Yin dan Yang.

  • Makanan Yin: bersifat dingin (tahu, sayuran hijau, buah)
  • Makanan Yang: bersifat panas (daging kambing, jahe, cabai)

Tujuannya adalah keseimbangan tubuh, bukan hanya kenyang. Itulah sebabnya banyak hidangan Tiongkok dipercaya punya manfaat kesehatan.

Dinasti Kekaisaran Membentuk Hidangan Mewah

Pada masa dinasti seperti Han, Tang, dan Qing, makanan menjadi simbol status sosial. Dapur istana menciptakan hidangan rumit dengan bahan langka. Dari sinilah lahir masakan elite seperti hidangan panggang khas istana dan teknik penyajian yang sangat detail.

Menariknya, banyak resep istana kemudian “turun” ke masyarakat dan dimodifikasi agar lebih terjangkau.

Dim Sum Berawal dari Rumah Teh

Dim sum awalnya bukan makanan utama. Di masa lalu, rumah teh di jalur perdagangan menyajikan makanan kecil untuk menemani minum teh para pedagang. Seiring waktu, kudapan kecil ini berkembang jadi budaya makan pagi dan siang yang populer hingga ke seluruh dunia.

Mi Panjang sebagai Simbol Umur Panjang

Mi sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok. Dalam budaya tradisional, mi panjang melambangkan umur panjang dan keberuntungan. Itulah sebabnya mi sering disajikan saat ulang tahun atau perayaan penting, dan tidak boleh dipotong saat dimakan.

Makanan sebagai Simbol Keberuntungan

Banyak hidangan dibuat bukan hanya untuk dimakan, tapi mengandung makna simbolis:

  • Bentuk tertentu melambangkan rezeki
  • Warna merah berarti kebahagiaan
  • Hidangan bulat melambangkan kebersamaan keluarga

Karena itu, makanan Tiongkok sangat penting dalam perayaan seperti Tahun Baru Imlek.

BACA JUGA: Cita Rasa Asia Timur di Indonesia: Dari Sushi, Ramen, hingga Hotpot

Sejarah makanan Tiongkok adalah perpaduan tradisi, filosofi, dan adaptasi zaman. Dari dapur kuno hingga restoran modern, kuliner ini terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Setiap suapan bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita panjang peradaban yang hidup hingga hari ini.