Tag: Street Food

3 District Street Food Korea Selatan yang Selalu Ramai Pengunjung

Street food di Korea Selatan bukan sekadar soal makanan cepat saji, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup dan budaya nongkrong. Dari pagi sampai larut malam, kawasan street food selalu dipenuhi aroma menggoda, antrean panjang, dan suasana yang hidup. Berikut 3 district street food Korea Selatan yang paling terkenal dan hampir selalu ramai pengunjung baik warga lokal maupun wisatawan.

Myeongdong

https://cf.creatrip.com/original/blog/2568/%E6%98%8E%E6%B4%9E%E5%BF%85%E5%90%83%E7%BE%8E%E9%A3%9F1.jpg?d=1300x700&f=webp&q=75

Myeongdong dikenal sebagai pusat belanja, tapi justru street food-nya yang bikin orang betah berlama-lama. Saat sore menjelang malam, kios-kios mulai berjejer rapi dengan menu yang variatif. Mulai dari tteokbokki pedas, odeng hangat, egg bread, sampai lobster bakar keju yang viral.

Keunggulan Myeongdong ada pada inovasi menu. Banyak jajanan tradisional dikreasikan dengan gaya modern, cocok untuk yang suka eksplor rasa baru. Meski harganya sedikit lebih mahal dibanding area lain, kualitas dan pengalaman makannya sepadan. Tak heran, kawasan ini hampir tak pernah sepi, terutama di akhir pekan.

Hongdae

https://staykorea.org/wp-content/uploads/2024/11/1-1024x683.jpg

Hongdae identik dengan anak muda, musik jalanan, dan suasana bebas. Street food di sini punya karakter unik: lebih berani, kreatif, dan kekinian. Kamu bisa menemukan corn dog mozzarella super panjang, fried chicken cup, hingga tteokbokki versi fusion dengan topping tak biasa.

Selain makanannya, vibe Hongdae jadi daya tarik utama. Banyak pengunjung makan sambil menonton busking atau nongkrong bareng teman. Harga relatif ramah kantong, porsinya pas, dan suasananya santai. Cocok untuk yang ingin merasakan street food Korea sambil menikmati denyut kehidupan malam anak muda Seoul.

Gwangjang Market

https://www.thelostpassport.com/wp-content/uploads/2023/10/Gwangjang-Market-Street-Food.jpg

Kalau ingin mencicipi street food autentik Korea, Gwangjang Market adalah jawabannya. Pasar tradisional ini terkenal dengan bindaetteok (pancake kacang hijau), mayak gimbap, dan tteokbokki klasik yang resepnya turun-temurun.

Berbeda dengan district lain, suasana di sini lebih lokal dan apa adanya. Kamu bisa duduk di bangku panjang, makan berdampingan dengan warga setempat, dan merasakan langsung budaya kuliner Korea. Harganya terjangkau, porsinya mengenyangkan, dan rasanya konsisten. Tak heran, Gwangjang Market selalu ramai sejak pagi hingga malam.

BACA JUGA: 3 Tempat Street Food Paling Populer di Taiwan yang Wajib Dicoba

Tiga District Street Food Korea Selatan di atas punya ciri khas masing-masing. Myeongdong unggul di variasi dan tampilan modern, Hongdae menawarkan kreativitas anak muda, sementara Gwangjang Market menyajikan rasa tradisional yang otentik. Kalau berkunjung ke Korea Selatan, menyusuri street food di ketiga kawasan ini adalah cara paling seru untuk mengenal budaya lokal lewat rasa.

3 Tempat Street Food Paling Populer di Taiwan yang Wajib Dicoba

https://wanderthemap.com/wp-content/uploads/2019/05/Ningxia_Night_Market_Street_Food_Tour_Taipei_Taiwan_17.jpg

Kalau bicara soal kuliner Asia, Taiwan selalu masuk daftar teratas. Negara ini terkenal dengan street food yang beragam, murah, dan penuh cita rasa unik. Mulai dari jajanan manis, gorengan, sampai makanan berat, semuanya bisa kamu temukan di satu tempat: night market. Buat kamu yang berencana liburan atau sekadar penasaran, berikut tiga tempat street food paling populer di Taiwan yang selalu ramai pengunjung.

Shilin Night Market

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/19/bf/7b/54/1909.jpg?h=-1&s=1&w=1200

Shilin Night Market bisa dibilang ikon street food Taiwan. Lokasinya ada di Taipei dan hampir selalu masuk itinerary wisatawan. Area pasarnya luas, penuh lampu, dan dipenuhi aroma makanan yang menggoda sejak pertama masuk.

Menu yang paling terkenal di sini tentu saja fried chicken ukuran jumbo, oyster omelette, sosis Taiwan, dan bubble tea aneka rasa. Uniknya, banyak porsi makanan di Shilin terkenal besar, cocok buat sharing bareng teman. Suasana pasar yang hidup bikin pengalaman makan di sini terasa seru, bukan sekadar kenyang tapi juga memorable.

Raohe Street Night Market

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/97/East_Entrance_of_Raohe_Street_Night_Market_20060118_night.jpg

Kalau kamu ingin night market yang lebih ringkas tapi fokus ke kualitas makanan, Raohe Street Night Market jawabannya. Pasar ini memanjang satu jalur, jadi gampang dijelajahi tanpa takut nyasar.

Street food paling legendaris di sini adalah pepper bun , roti panggang isi daging berbumbu lada yang dimasak dalam oven tanah liat. Rasanya gurih, hangat, dan aromanya khas banget. Selain itu, kamu juga bisa menemukan grilled squid, herbal pork ribs, dan dessert tradisional Taiwan yang cocok buat penutup malam.

Ximending

https://taiwanderers.com/wp-content/uploads/2025/03/ximen-night.jpg

Berbeda dari night market tradisional, Ximending adalah kawasan street food modern yang dekat dengan pusat belanja dan budaya anak muda. Tempat ini sering disebut sebagai “Harajuku-nya Taipei”.

Di sini kamu bisa menemukan street food klasik Taiwan versi kekinian, seperti chicken cutlet crispy, cheese potato, milk tea premium, sampai jajanan viral yang tampilannya unik. Selain makan, kamu juga bisa menikmati street performance, toko fashion, dan suasana kota yang super hidup sampai larut malam.

BACA JUGA: 3 Tempat Makan Taiwan Favorit untuk Pecinta Xiaolong Bao

Street food di Taiwan bukan cuma soal makanan, tapi juga pengalaman budaya. Dari pasar tradisional sampai kawasan modern, semuanya punya karakter masing-masing. Kalau kamu ingin mengenal Taiwan lebih dekat, menjelajahi street food-nya adalah cara paling nikmat dan autentik.

3 Tempat Makan Taiwan Favorit untuk Pecinta Xiaolong Bao

Buat kamu yang doyan kuliner Taiwan, xiaolong bao jelas jadi menu wajib coba. Pangsit kukus berisi daging dan kuah kaldu ini terkenal dengan teksturnya yang lembut dan sensasi “meledak” saat digigit. Nggak heran kalau banyak orang rela antre demi semangkuk xiaolong bao yang autentik. Nah, berikut ini 3 tempat makan Taiwan favorit yang terkenal dengan xiaolong bao-nya dan layak banget masuk daftar kunjunganmu.

Din Tai Fung

https://migrationology.com/wp-content/uploads/2015/08/din-tai-fung-taipei-101-taiwan.jpg

Kalau bicara xiaolong bao, rasanya mustahil tidak menyebut Din Tai Fung. Restoran asal Taiwan ini sudah menjadi ikon global untuk hidangan xiaolong bao berkualitas tinggi. Keunggulan utamanya ada pada konsistensi rasa dan teknik lipatan yang presisi—bahkan satu xiaolong bao bisa memiliki belasan lipatan rapi dengan ketebalan kulit yang sama.

Saat disajikan, xiaolong bao Din Tai Fung terlihat sederhana, tapi begitu digigit, kuah kaldunya langsung terasa gurih dan hangat. Isian dagingnya lembut, tidak berlebihan bumbu, sehingga rasa aslinya tetap menonjol. Tempat ini cocok untuk pemula yang baru mencoba xiaolong bao maupun penggemar lama yang mencari rasa aman dan autentik.

Paradise Dynasty

https://platform.la.eater.com/wp-content/uploads/sites/26/2025/11/Photo-Oct-26-2025-9-58-34-PM.jpg?crop=0%2C10.752505553799%2C100%2C78.494988892403&quality=90&strip=all

Paradise Dynasty menawarkan pengalaman xiaolong bao yang sedikit berbeda. Selain versi klasik, restoran ini terkenal dengan xiaolong bao berwarna yang masing-masing punya rasa khas, seperti ginseng, keju, hingga kepiting. Konsep ini bikin pengalaman makan jadi lebih seru dan eksploratif.

Meski tampilannya unik, kualitas xiaolong bao di sini tetap dijaga. Kulitnya tipis, kuah kaldunya kaya rasa, dan isiannya padat tanpa terasa berat. Cocok buat kamu yang ingin mencoba variasi rasa tanpa meninggalkan ciri khas xiaolong bao ala Taiwan.

Tim Ho Wan

https://pyxis.nymag.com/v1/imgs/157/427/3370319b08ba04753315d8b1642d6d6012-15-tim-ho-wan-004.2x.h473.w710.jpg

Meski dikenal sebagai restoran dim sum asal Hong Kong, Tim Ho Wan juga punya xiaolong bao yang sering dipuji pecinta kuliner Asia. Versinya cenderung lebih ringan dengan rasa yang bersih dan tidak terlalu berminyak, cocok untuk kamu yang suka dim sum dengan karakter lembut.

Xiaolong bao di Tim Ho Wan biasanya disajikan dalam porsi kecil, pas untuk dinikmati bersama menu dim sum lain. Rasanya seimbang, kuah kaldunya tidak berlebihan, dan cocok untuk makan santai tanpa terasa terlalu “berat”.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Restoran Chinese Modern dengan Sentuhan Klasik

Xiaolong bao bukan sekadar pangsit kukus biasa—ia adalah perpaduan teknik, rasa, dan tradisi kuliner Taiwan. Dari yang klasik dan konsisten seperti Din Tai Fung, eksploratif ala Paradise Dynasty, hingga versi ringan di Tim Ho Wan, masing-masing punya keunikan sendiri. Tinggal sesuaikan dengan selera dan mood makanmu. Satu hal yang pasti, sekali jatuh cinta dengan xiaolong bao, susah untuk berhenti mencarinya.

3 Rekomendasi Restoran Chinese Modern

Masakan Chinese selalu punya tempat spesial di hati banyak orang. Perpaduan rasa gurih, teknik masak turun-temurun, dan filosofi keseimbangan membuat kuliner ini tak pernah kehilangan penggemar. Menariknya, kini banyak restoran Chinese yang hadir dengan konsep modern, tanpa meninggalkan cita rasa klasik yang autentik. Interior lebih elegan, plating lebih rapi, tapi rasa tetap mengingatkan pada masakan rumahan khas Tiongkok.

Berikut tiga rekomendasi restoran Chinese modern dengan sentuhan klasik yang layak masuk daftar kunjungan kamu.

Din Tai Fung

https://cdn.aninteriormag.com/wp-content/uploads/2024/10/DIN-TAI-FUNG_18-BAR_290-FINAL-Credit-Jason-Varney.jpg

Din Tai Fung dikenal sebagai restoran Chinese modern yang sangat menjaga kualitas dan konsistensi rasa. Identik dengan suasana bersih, minimalis, dan dapur terbuka, restoran ini menawarkan pengalaman makan yang rapi sekaligus nyaman.

Menu andalannya tentu Xiao Long Bao, pangsit kukus berisi daging dengan kuah kaldu yang meledak di mulut. Teknik memasaknya sangat presisi, mencerminkan tradisi klasik yang dipadukan dengan standar modern. Selain itu, menu seperti Noodle with Spicy Sauce, Fried Rice, dan Steamed Dumpling juga menjadi favorit banyak orang.

Cocok untuk makan keluarga, pertemuan santai, hingga makan siang profesional tanpa terasa terlalu formal.

The Duck King

https://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/16/ec/c1/ef/interior.jpg

Jika kamu pencinta bebek panggang, The Duck King adalah destinasi yang sulit dilewatkan. Restoran ini mengusung konsep Chinese dining modern dengan sentuhan elegan, namun tetap mempertahankan resep klasik khas Tiongkok.

Menu unggulannya adalah Roasted Duck dengan kulit renyah dan daging lembut, disajikan dengan cara yang rapi dan modern. Selain itu, tersedia juga menu seperti Bebek Saus Hong Kong, Sapo Tahu, hingga Seafood Chinese Style yang cocok untuk dinikmati bersama.

Suasana restorannya nyaman untuk makan rame-rame, menjadikannya pilihan populer untuk acara keluarga atau jamuan makan bersama rekan kerja.

Paradise Dynasty

https://platform.la.eater.com/wp-content/uploads/sites/26/2025/11/2025-10-22-ParadiseDynasty-008.jpg?crop=0%2C0%2C100%2C100&quality=90&strip=all

Paradise Dynasty menawarkan pengalaman Chinese dining yang sedikit berbeda. Restoran ini terkenal dengan Xiao Long Bao warna-warni, di mana setiap warna mewakili rasa berbeda, mulai dari original, ginseng, keju, hingga truffle.

Konsep modern sangat terasa dari interior hingga penyajian, namun resep dasarnya tetap mengacu pada teknik klasik khas Tiongkok. Selain Xiao Long Bao, menu seperti La Mian, Mapo Tofu, dan Pork Rib in Garlic juga menjadi favorit pelanggan.

Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati masakan Chinese klasik dengan sentuhan kreatif dan tampilan yang Instagramable.

BACA JUGA: 3 Family Restaurant Terkenal di Korea Selatan

Restoran Chinese modern dengan sentuhan klasik menawarkan keseimbangan sempurna antara tradisi dan inovasi. Dari teknik masak yang diwariskan turun-temurun hingga suasana restoran yang lebih kekinian, ketiganya memberikan pengalaman makan yang nyaman tanpa menghilangkan rasa autentik. Jika kamu ingin menikmati masakan Chinese dengan nuansa yang lebih segar namun tetap familiar, tiga rekomendasi di atas patut kamu coba.

3 Family Restaurant Terkenal di Korea Selatan

Budaya makan bersama keluarga di Korea Selatan masih sangat kuat hingga sekarang. Tidak heran kalau family restaurant selalu jadi pilihan favorit untuk makan santai, ulang tahun, atau sekadar quality time bareng orang terdekat. Konsepnya sederhana: tempat nyaman, menu variatif, dan suasana yang ramah untuk semua usia. Berikut ini tiga family restaurant terkenal di Korea Selatan yang sudah lama jadi andalan banyak keluarga.

Outback Steakhouse Korea

Outback Steakhouse versi Korea Selatan punya sentuhan yang sedikit berbeda dibandingkan cabang di negara lain. Meski tetap mengusung konsep steak ala Australia, restoran ini sangat menyesuaikan selera lokal Korea. Potongan dagingnya empuk, sausnya beragam, dan porsi makanannya pas untuk sharing.

Yang membuat Outback populer sebagai family restaurant adalah pelayanannya yang rapi dan suasananya yang tenang. Banyak keluarga datang ke sini untuk merayakan momen spesial seperti ulang tahun atau kelulusan. Menu favoritnya biasanya berupa steak, ribs, pasta, dan appetizer yang bisa dinikmati bersama-sama. Anak-anak pun tetap nyaman karena pilihan menunya cukup aman di lidah.

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/17/5d/e7/0d/photo2jpg.jpg?h=-1&s=1&w=1200

Ashley Buffet

Ashley Buffet dikenal luas sebagai family restaurant dengan konsep all you can eat yang ramah keluarga. Restoran ini sangat populer di kalangan orang tua karena menunya lengkap, mulai dari makanan Korea, Western, hingga dessert yang disukai anak-anak.

Suasana Ashley cenderung hangat dan luas, cocok untuk keluarga besar. Meja-mejanya dibuat lega sehingga nyaman untuk makan rame-rame. Banyak keluarga Korea memilih Ashley untuk acara kumpul akhir pekan karena semua anggota keluarga bisa memilih makanan sesuai selera masing-masing. Dari pasta, fried chicken, salad, sampai kue manis, semuanya tersedia dalam satu tempat.

https://www.kedglobal.com/data/ked/image/2024/08/28/ked202408280003.700x.0.jpg

VIPS Korea

VIPS merupakan family restaurant legendaris di Korea Selatan yang sudah dikenal sejak lama. Konsepnya menggabungkan steak house dengan salad bar yang lengkap. Ini membuat VIPS sangat cocok untuk keluarga dengan selera berbeda-beda.

Orang tua biasanya menikmati steak dan hidangan utama, sementara anak-anak senang dengan salad bar, pasta, sup, dan dessert. Interior VIPS dibuat modern namun tetap nyaman, dengan pencahayaan hangat dan tata ruang yang ramah keluarga. Tak jarang restoran ini dipenuhi keluarga yang makan santai tanpa terburu-buru.

https://retaildesignblog.net/wp-content/uploads/2017/07/VIPS-restaurant-by-CJ-Foodville-Mapo-gu-Seoul-Republic-of-Korea-720x480.jpg

Family restaurant di Korea Selatan bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang untuk membangun kebersamaan. Outback Steakhouse Korea, Ashley Buffet, dan VIPS sama-sama menawarkan pengalaman makan yang nyaman, menu variatif, serta suasana yang cocok untuk semua usia. Kalau kamu berkunjung ke Korea Selatan atau sekadar penasaran dengan budaya makannya, tiga restoran ini bisa jadi gambaran menarik tentang bagaimana keluarga Korea menikmati waktu bersama di meja makan.

BACA JUGA: 3 Tempat Nongkrong Kuliner Jepang dengan Konsep Casual Dining di Jakarta

3 Tempat Nongkrong Kuliner Jepang dengan Konsep Casual Dining di Jakarta

Jakarta punya banyak pilihan kuliner Jepang yang bukan cuma soal rasa, tapi juga suasana. Buat kamu yang suka nongkrong santai, ngobrol lama, atau sekadar cari tempat makan tanpa kesan terlalu formal, konsep casual dining Jepang jadi pilihan pas. Interiornya nyaman, menunya familiar, dan vibes-nya bikin betah. Berikut tiga tempat nongkrong kuliner Jepang di Jakarta yang cocok buat nongkrong santai.

Yoshinoya

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/0b/9c/44/6f/bagian-interior.jpg?h=-1&s=1&w=500

Yoshinoya dikenal sebagai restoran Jepang yang simpel dan praktis, tapi tetap nyaman buat duduk agak lama. Dengan konsep fast casual dining, tempat ini cocok buat makan cepat sekaligus nongkrong ringan. Menu andalannya tentu saja gyudon, nasi dengan irisan daging sapi dan saus khas Jepang yang gurih manis.

Di Jakarta, Yoshinoya biasanya hadir di pusat perbelanjaan dan area strategis. Tempat duduknya tertata rapi, pencahayaan terang, dan suasananya santai tanpa kesan terburu-buru. Cocok buat makan siang, ngobrol singkat, atau ngopi setelah makan. Harga menunya juga relatif ramah di kantong, jadi aman buat nongkrong tanpa takut overbudget.

Kuliner Marugame Udon

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/0e/79/26/2a/caption.jpg?h=1200&s=1&w=1200

Marugame Udon menawarkan pengalaman makan Jepang yang santai dengan konsep dapur terbuka. Dari awal masuk, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan udon yang masih fresh. Ini jadi daya tarik tersendiri dan bikin suasana makan terasa lebih hidup.

Tempatnya luas, meja panjang, dan kursi yang nyaman membuat Marugame cocok untuk nongkrong bareng teman atau rekan kerja. Menu udonnya beragam, mulai dari kuah ringan sampai yang gurih dan creamy. Tambahan tempura juga bisa jadi camilan sambil ngobrol. Meski konsepnya self-service, suasananya tetap santai dan nggak terasa seperti fast food biasa.

Sushi Tei

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/14/e2/4d/61/caption.jpg?h=500&s=1&w=900

Sushi Tei sudah lama dikenal sebagai tempat makan Jepang yang menggabungkan kualitas dan kenyamanan. Konsep casual dining-nya terasa dari interior yang modern, sofa empuk, dan tata ruang yang bikin betah. Walau terkesan sedikit lebih upscale, suasananya tetap santai dan ramah untuk nongkrong lama.

Menu di Sushi Tei sangat beragam, mulai dari sushi, sashimi, rice bowl, hingga menu fusion Jepang modern. Tempat ini cocok untuk ngobrol santai, meeting ringan, atau sekadar quality time tanpa suasana terlalu formal. Pelayanannya juga rapi tapi tetap hangat, bikin pengalaman makan terasa lebih nyaman.

BACA JUGA: 3 Restoran Taiwan dengan Menu Rumahan yang Bikin Kangen Rumah

Kuliner Jepang di Jakarta bukan cuma soal makanan enak, tapi juga soal suasana. Dengan konsep casual dining, tempat-tempat di atas menawarkan pengalaman makan yang santai, nyaman, dan cocok untuk nongkrong. Mau cepat atau lama, sendiri atau rame-rame, semuanya bisa disesuaikan dengan gaya kamu.

3 Restoran Taiwan dengan Menu Rumahan yang Bikin Kangen Rumah

Masakan Taiwan dikenal dengan cita rasa yang ringan, hangat, dan dekat dengan keseharian. Bukan sekadar street food seperti bubble tea atau chicken crispy, kuliner Taiwan juga punya banyak menu rumahan yang biasa disantap keluarga di rumah. Mulai dari sup hangat, nasi dengan lauk sederhana, sampai mie yang dimasak tanpa bumbu berlebihan. Berikut tiga restoran Taiwan yang menghadirkan nuansa masakan rumahan yang nyaman dan autentik.

Din Tai Fung

https://mouseinfo.com/wp-content/uploads/2023/01/din-tai-fung-interior-concept-art.jpg

Meski dikenal secara global, Din Tai Fung tetap mempertahankan karakter masakan Taiwan yang bersih, sederhana, dan rapi. Banyak orang datang bukan hanya untuk xiao long bao, tetapi juga menu-menu yang terasa seperti masakan rumah, seperti chicken soup, braised beef noodle soup, dan fried rice dengan telur.

Rasa masakan di sini cenderung ringan dan seimbang, tidak terlalu berminyak atau berbumbu tajam. Sup disajikan hangat dengan kaldu bening yang terasa menenangkan, cocok disantap kapan saja. Suasananya pun tenang dan nyaman, membuat pengalaman makan terasa santai seperti di rumah sendiri.

Lao Taipei

https://axwwgrkdco.cloudimg.io/v7/__gmpics3__/45d623e5a26e4593b099e0617be152e5.jpg?width=1000

Lao Taipei sering jadi pilihan bagi pencinta masakan Taiwan yang ingin rasa autentik tanpa terlalu banyak sentuhan modern. Menu andalannya seperti minced pork rice (lu rou fan), mie Taiwan, dan sup herbal benar-benar menggambarkan hidangan sehari-hari keluarga Taiwan.

Porsi makanannya pas, rasanya lembut, dan tidak berlebihan. Lu rou fan disajikan dengan daging cincang yang dimasak perlahan, menghasilkan rasa gurih-manis yang sederhana namun nagih. Restoran ini cocok untuk makan siang santai atau makan malam tanpa ribet, terutama kalau kamu ingin sesuatu yang ringan tapi mengenyangkan.

Restoran Taiwan Rumahan Lokal (Taiwanese Home-Style Eatery)

https://media.remodelista.com/wp-content/uploads/2020/02/home-home-cafe-taichung-taiwan-big-sense-design-1b-733x731.jpg

Selain restoran besar, banyak restoran Taiwan berskala kecil yang mengusung konsep home-style cooking. Biasanya dikelola keluarga dan menawarkan menu seperti steamed chicken, tumis sayur sederhana, omelet telur, dan sup lobak. Inilah jenis makanan yang biasa disajikan di meja makan rumah orang Taiwan.

Keunggulan restoran seperti ini ada pada rasa yang jujur dan suasana yang hangat. Tidak ada plating berlebihan, tapi rasa makanannya terasa tulus dan mengenyangkan. Cocok buat kamu yang rindu makanan rumahan atau ingin mencoba sisi lain kuliner Taiwan yang lebih sederhana dan bersahaja.

BACA JUGA: 3 Tempat Makan Chinese Food Legendaris yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Masakan Taiwan rumahan punya keistimewaan tersendiri. Rasanya lembut, menenangkan, dan cocok untuk semua suasana. Lewat restoran seperti Din Tai Fung, Lao Taipei, maupun restoran Taiwan rumahan lokal, kamu bisa merasakan pengalaman makan yang bukan cuma enak, tapi juga terasa akrab dan nyaman. Jika kamu mencari makanan yang hangat di perut dan hati, menu rumahan khas Taiwan layak masuk daftar wajib coba.

3 Tempat Makan Chinese Food Legendaris yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Kuliner Chinese food sudah menjadi bagian penting dari perjalanan rasa di Indonesia. Beberapa tempat makan bahkan mampu bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan ciri khasnya. Bukan cuma soal nostalgia, tapi juga konsistensi rasa, teknik memasak, dan kepercayaan pelanggan lintas generasi. Berikut tiga tempat makan Chinese food legendaris yang masih eksis hingga sekarang dan tetap jadi favorit banyak orang.

Kwetiau Sapi Mangga Besar 78

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/08/49/93/e0/rumah-makan-kwetiau-sapi.jpg?h=-1&s=1&w=900

Kalau bicara kwetiau legendaris Jakarta, nama ini hampir selalu disebut. Berdiri sejak puluhan tahun lalu di kawasan Mangga Besar, tempat ini terkenal dengan kwetiau sapi gorengnya yang dimasak menggunakan api besar. Teknik wok hei yang kuat membuat aroma asapnya khas dan menggugah selera.

Irisan daging sapinya empuk, bumbunya meresap, dan tekstur kwetiaunya tidak lembek. Menariknya, rasa dari dulu hingga sekarang nyaris tidak berubah. Porsinya cukup mengenyangkan dan cocok dinikmati kapan saja, baik siang maupun malam. Tak heran jika antrean selalu ada, terutama saat jam makan malam.

Bakmi Gang Kelinci

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/0f/b4/d2/bb/tidak-terlalu-menarik.jpg?h=500&s=1&w=900

Bakmi Gang Kelinci dikenal sebagai salah satu pelopor bakmi Chinese food di Jakarta. Berdiri sejak era 1950-an, tempat ini mempertahankan gaya bakmi klasik dengan mie buatan sendiri. Tekstur mie kenyal dengan rasa gurih alami menjadi daya tarik utama.

Menu andalannya adalah bakmi ayam dan bakmi babi dengan topping sederhana namun kaya rasa. Kuah kaldunya ringan tapi beraroma, cocok dipadukan dengan sambal khas mereka. Suasananya memang sederhana, namun justru di situlah letak keasliannya. Banyak pelanggan lama yang kini datang bersama anak dan cucu mereka.

RM Pondok Laguna

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/09/9f/cf/a9/151128.jpg?h=-1&s=1&w=900

RM Pondok Laguna sering disebut sebagai ikon Chinese-Indonesian food di Jakarta. Meski tampilannya seperti restoran keluarga biasa, kualitas masakan di sini tidak main-main. Menu seperti cap cay, fuyunghai, hingga bistik babi disajikan dengan rasa yang konsisten sejak dulu.

Yang membuat Pondok Laguna spesial adalah cita rasa peranakan yang seimbang—tidak terlalu berat, namun tetap kaya rempah. Tempat ini juga sering jadi pilihan makan keluarga besar karena porsinya pas untuk sharing. Sampai sekarang, Pondok Laguna tetap ramai, membuktikan bahwa kualitas memang tak lekang oleh waktu.

BACA JUGA: 5 Street Food Korea Selatan di Indonesia yang Selalu Jadi Incaran Pecinta Pedas

Ketiga tempat makan ini membuktikan bahwa Chinese food legendaris bukan hanya soal usia, tetapi juga komitmen menjaga rasa dan kualitas. Di tengah banyaknya restoran baru bermunculan, mereka tetap berdiri kokoh dan relevan. Jika kamu ingin mencicipi Chinese food dengan cita rasa autentik dan penuh cerita, ketiga tempat ini layak masuk daftar kunjunganmu.

4 Street Food Korea Selatan di Indonesia yang Selalu Jadi Incaran Pecinta Pedas

Demam kuliner Korea Selatan di Indonesia nggak cuma soal drama dan K-pop saja, tapi juga urusan street food yang menggoda. Cita rasa pedas, gurih, dan manis khas Korea sukses bikin banyak orang ketagihan. Menariknya, sekarang kamu nggak perlu jauh-jauh ke korea buat menikmatinya. Berbagai jajanan kaki lima ala Korea sudah mudah ditemukan di banyak kota Indonesia. Berikut 4 street food Korea Selatan yang selalu jadi incaran, terutama buat kamu pecinta pedas.

Tteokbokki

Tteokbokki bisa dibilang sebagai street food Korea paling populer di Indonesia. Terbuat dari rice cake kenyal yang dimasak dengan saus gochujang, rasanya pedas, manis, dan sedikit gurih. Di Indonesia, tteokbokki sering dimodifikasi dengan tambahan bakso, sosis, telur rebus, bahkan keju. Level pedasnya pun bisa disesuaikan, dari yang ramah lidah sampai super nampol.

Odeng (Eomuk)

Odeng atau eomuk adalah olahan fish cake yang biasanya disajikan dengan kuah kaldu hangat. Meski aslinya tidak terlalu pedas, di Indonesia odeng sering dipadukan dengan saus sambal atau saus gochujang pedas. Cocok banget dimakan sore atau malam hari, apalagi saat hujan. Rasanya ringan tapi tetap mengenyangkan.

Korean Fried Chicken

Ayam goreng Korea versi street food biasanya disajikan dalam porsi kecil dan praktis. Sausnya yang pedas manis jadi daya tarik utama. Dibanding ayam goreng biasa, teksturnya lebih crispy dan sausnya lebih “nendang”. Nggak heran kalau jajanan ini selalu laris, terutama di festival kuliner atau area nongkrong anak muda.

Ramyeon

Ramyeon ala street food Korea punya sensasi berbeda dibanding mi instan biasa. Disajikan panas-panas dengan kuah pedas, ditambah topping seperti telur, daun bawang, kimchi, atau sosis. Di Indonesia, ramyeon sering dimasak langsung di gerobak atau booth kecil, memberi pengalaman makan yang mirip seperti di drama Korea.

BACA JUGA: 3 Restoran Jepang Autentik di Jakarta dengan Menu Favorit

Street food Korea Selatan berhasil mencuri perhatian lidah orang Indonesia karena rasa pedasnya yang berani dan variasinya yang seru. Mulai dari tteokbokki sampai ramyeon, semuanya punya ciri khas yang bikin nagih. Buat kamu pencinta pedas, jajanan-jajanan ini jelas wajib masuk daftar kuliner yang harus dicoba.

3 Restoran Jepang Autentik di Jakarta dengan Menu Favorit

Jakarta dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner internasional, dan masakan Jepang jadi salah satu yang paling digemari. Mulai dari sushi, ramen, sampai hidangan rumahan khas Jepang, semuanya bisa ditemukan dengan mudah. Tapi kalau kamu mencari restoran Jepang yang benar-benar autentik, ada beberapa tempat yang konsisten menjaga rasa, teknik memasak, dan suasana khas Negeri Sakura. Yuk kita bahas Berikut tiga restoran Jepang di Jakarta yang terkenal dengan menu favoritnya dan layak kamu coba.

Asuka Japanese Dining

https://exquisite-taste-magazine.com/wp-content/uploads/2024/04/JW-Asuka-Resto-main_web_new.jpg

Asuka sudah lama dikenal sebagai salah satu restoran Jepang paling autentik di Jakarta. Tempat ini sering jadi pilihan warga Jepang yang tinggal di ibu kota, jadi soal rasa tidak perlu diragukan lagi. Interiornya sederhana namun tenang, menciptakan suasana makan yang nyaman dan khas restoran Jepang klasik.

Menu favorit di Asuka tentu saja sashimi moriawase, dengan potongan ikan segar yang disajikan tanpa banyak gimmick. Selain itu, tempura udang mereka terkenal renyah tapi tetap ringan, tidak berminyak. Asuka juga punya banyak menu rumahan Jepang seperti nabe, udon, dan bento, cocok buat kamu yang ingin pengalaman makan ala Jepang sehari-hari.

Kira Kira Ginza

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/11/4b/60/69/exterior.jpg?h=1200&s=1&w=1200

Kalau kamu suka restoran Jepang dengan sentuhan modern tapi tetap autentik, Kira Kira Ginza bisa jadi pilihan tepat. Restoran ini terinspirasi dari kawasan Ginza di Tokyo, dengan konsep semi fine-dining yang tetap santai. Suasananya elegan namun tidak kaku, cocok untuk makan santai maupun meeting ringan.

Menu favorit di sini adalah chirashi sushi, nasi sushi dengan topping ikan segar yang melimpah. Selain itu, wagyu steak Jepang mereka juga jadi andalan karena dimasak dengan teknik sederhana agar rasa dagingnya tetap menonjol. Kira Kira Ginza juga dikenal punya kualitas bahan yang konsisten, jadi cocok buat kamu yang mengutamakan detail rasa.

EN Japanese Dining

https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/08/fd/26/57/at-night.jpg?h=-1&s=1&w=500

EN Japanese Dining menawarkan pengalaman makan Jepang yang terasa hangat dan homey. Restoran ini fokus pada masakan Jepang klasik dengan rasa yang tidak terlalu disesuaikan dengan lidah lokal, sehingga tetap terasa autentik. Tempatnya nyaman dan sering jadi pilihan untuk makan keluarga atau santai setelah kerja.

Menu favorit di EN adalah ramen kuah shoyu dan donburi, dengan porsi yang pas dan rasa seimbang. Selain itu, mereka juga punya pilihan grilled fish dan set menu Jepang yang mengenyangkan. Cocok buat kamu yang ingin menikmati masakan Jepang tanpa harus selalu makan sushi.

BACA JUGA: 5 Kuliner Dari Taiwan Yang Paling Di Gemari

Tiga restoran Jepang di atas punya ciri khas masing-masing, tapi satu benang merah yang sama: autentik dan konsisten soal rasa. Baik kamu pencinta sashimi, ramen, atau masakan rumahan Jepang, tempat-tempat ini bisa jadi referensi terbaik saat ingin menikmati kuliner Jepang di Jakarta.